Pasca Bilang Ada Kudeta, Tagar #AHYNgemisKuota Jadi Trending di Twitter
Komandan Kogasma (Komando Tugas Bersama) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan pidato politiknya di Kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019). Dalam pidato politik AHY mengambil tema 'Rekomendasi Partai Demokrat Kepada Presiden Mendatang'. AHY juga mengatakan akan meneruskan program Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menjabat sebagai presiden ke-6. | AKURAT.CO/Sopian
AKURAT.CO, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono jadi trending topic di media sosial Twitter zona Indonesia usai membuat pernyataan terkait pengambilan alih kepemimpinan partainya.
Dilihat pada jam 4.41 WIB saat ini, dalam laman trending topic ada tagar #AHYNgemisKuota.
Jika ditelusuri, banyak foto AHY dengan sejumlah tulisan disampingnya. Netizen membahas perihal pencalonan AHY sebagai presiden 2024 dan revisi UU Pemilu.
baca juga:
- KLB Demokrat Ditolak, Pengamat: Bukti Tudingan ke Moeldoko dan Istana Tidak Benar
- 5 Fakta Ditolaknya Pengesahan Partai Demokrat Versi KLB, Berkas Tidak Lengkap
- Moeldoko Cs Kandas, AHY Siap Keliling Nusantara Demi Perkuat Barisan Pendukung
"Ganteng doang gak cukup buat jadi pemimpin #AHYNgemisKuota," ujar netizen @SherbedVanChi.
Tulisan yang disandingkan dengan AHY berbagai macam, ada tulisan 'Minta Draf RUU Direvisi Agar AHY Bisa Beraksi', 'Maksa Revisi UU Biar Bisa Maju Pemilu' dan 'Presidential Threshold Boleh Dong Dibikin Nol Persen.'
"Kasian kau AHY, seharusnya kalau merasa percaya diri, tolaklah ke ngototan pemilik partai," kata netizen @dara_yuliana.
AHY Bicara “Kudeta” di Partai Demokrat
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menduga terdapat gerakan politik yang mengarah pada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, yang menurutnya tentu mengancam kedaulatan dan eksistensi partainya.
Ia mengatakan, bedasarkan kesaksian gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo.
"Lebih lanjut, gerakan ini juga dikatakan sudah mendapatkan dukungan dari sejumlah menteri dan pejabat penting di pemerintahan Presiden Joko Widodo," ungkap AHY dalam konferensi pers yang diikuti secara vitrual pada Senin (1/2/2021).
Ia mengaku pagi tadi telah mengirimkan surat secara resmi kepada Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau terkait kebenaran berita yang kami dapatkan ini.
"Tentunya kami tidak mudah percaya dan tetap mengedepankan asas “praduga tak bersalah” (presumption of innocence) dalam permasalahan ini," tegasnya.
Ia menjelaskan duduk perkara ini berawal dari 10 hari yang lalu dengan menerima laporan dan aduan dari banyak pimpinan dan kader Partai Demokrat; baik pusat, daerah maupun cabang tentang adanya gerakan dan manuver politik oleh segelintir kader dan mantan kader Demokrat, serta melibatkan pihak luar atau eksternal partai, yang dilakukan secara sistematis.[]