Parahnya, di tengah keadaan kesehatan nasional yang masih babak belur, pemerintah menurunkan anggaran kesehatan untuk tahun 2021. Yakni dari Rp212,5 triliun menjadi Rp169,7 triliun.
Padahal, kata Faisal, yang diinginkan Profesor Akmal Taher sebelum mundur dari jabatan Ketua Bidang Penanganan Kesehatan di Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 adalah, menginginkan adanya penambahan anggaran kesehatan.
Penambahan anggaran kesehatan bisa diperoleh dari belanja infrastruktur yang mengalami kenaikan anggaran yang sangat luar biasa, yakni dari Rp281,1 triliun menjadi Rp414 triliun.
"Gila enggak? Jadi kesehatan memang nomor dua. Tidak ada komitmen. Kalau ada komitmen, ganti menkes-nya," tukas Faisal Basri.
Penulis : Hariyanto Kurniawan