CNN Indonesia | Selasa, 08/01/2019 08:22 WIB
Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Elemen masyarakat yang mengatasnamakan Barisan Gus dan Santri Bersatu atau Baguss Bersatu mengarahkan dukungannya bagi pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.
Deklarasi itu disampaikan usai berkunjung ke rumah calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, di Menteng, Jakarta, Selasa (8/1).
Berdasarkan pantauan, puluhan Gus dan Santri itu berduyun-duyun mengunjungi kediaman pribadi Ma'ruf sejak Selasa subuh. Mereka terlihat kompak mengenakan baju koko, peci dan sarung ketika menghadiri deklarasi tersebut.
Lihat juga: Ratusan Perempuan Banten Deklarasi untuk Jokowi-Ma'ruf
Ketua Presidium Baguss Bersatu Ipang Wahid menyatakan mayoritas anggota kelompok Gus dan Santri merupakan kader Nahdlatul Ulama.
Oleh karena itu, ia menyampaikan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf Amin itu karena Ma'ruf sendiri memiliki ikatan emosional dengan Nahdlatul Ulama.
"Kami ingin melanjutkan perjuangan ini ke tingkat nasional, makanya kita mendukung Pak Jokowi dan Pak Kiai Ma'ruf Amin. Karena beliau adalah ulama kami, guru kami yang harus kita dukung bersama sebagai eksponen Nahdlatul Ulama," kata Ipang.
Lebih lanjut, Ipang menjelaskan cikal bakal gerakan Baguss Bersatu ini lahir dari 'Barisan Gus Solah' yang muncul ketika Pilkada Jawa Timur 2018 lalu.
Lihat juga: Alumni UI dan Buruh Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf di Januari
Gus Solah, atau Solahuddin Wahid sendiri merupakan tokoh NU sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang. Kala itu Gus Solah mendukung pasangan Khofifah-Emil Dardak.
Ipang menjelaskan kelompok Baguss Bersatu merupakan transformasi dari Barisan Gus Solah untuk melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional.
"Saya sendiri Ipang Wahid adalah putra Gus Solah, terus kami ingin melanjutkan perjuangan ini ke tingkat nasional," kata dia.
Ipang mengklaim keanggotaan Baguss Bersatu telah merata di seluruh pondok pesentren di wilayah Jawa Timur.
Ia menyatakan ke depanpihaknya akan melakukan penetrasi melalui 'serangan darat' atau door to door ke masyarakat guna menyosialisasikan pasangan Jokowi-Ma'ruf.
"Sekarang hampir ke semua pondok-pondok, nah di situ yang pasti kita akan penetrasi ke bawah, gerakan darat, sosialisasi sebanyak mungkin, memanfaatkan jaringan alumni-alumni dan santri-santri dengan pesantren-pesantren yang ada," kata dia.
Lihat juga: Jokowi: Kalau Saya Anti-Ulama, Tak Mungkin Ada Hari Santri
Selain itu, Ipang mengatakan gerakan ini sudah direstui oleh Presiden Joko Widodo ketika berkunjung ke Pesantren Tebu Ireng beberapa waktu lalu.
Ia pun berharap nantinya gerakan ini akan merata di seluruh wilayah Jawa dalam kurun waktu tak begitu lama.
"Insyaallah denganterbentuk ini, jaringan-jaringan dari santri, dengan jaringan yang sudah ada dan akan kita tambah lagi, jadi akan lebih baik lagi saya rasa," kata dia. (rzr/pmg)
Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo. (sCNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
LIHAT SEMUA Berita Daerah Terbaru
SAAT INI
Alih-alih merangkul masyarakat sipil, KPK era Firli Bahuri berniat membuat koruptor sebagai penyuluh antikorupsi yang dinilai tak tepat sasaran dan cuma gimik.
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER