CNN Indonesia | Minggu, 01/09/2019 10:14 WIB
Petugas kepolisian melepaskan tembakan gas air mata untuk menghalau massa saat berlangsungnya aksi unjuk rasa di Jayapura, Papua. (ANTARA FOTO/Indrayadi TH).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyebut ada keterlibatan pihak asing dalam upaya provokasi di kerusuhan Papua dan Papua Barat.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen M Iqbalmengatakan pihaknya akan terus bekerja sama dengan lembaga terkait untuk menangani permasalahan itu.
"Ada (kaitannya dengan pihak asing) tapi ini kan penanganannya harus komprehensif. Polri tentunya akan koordinasi dengan Kemlu, dengan lembaga dan kementerian," kata Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Minggu (1/9).
Lihat juga: Aktivis Papua Surya Anta Disebut Dipindahkan ke Mako Brimob
Iqbal menjelaskan kepolisian dan kementerian, serta lembaga terkait kini sedang berupaya memetakan penyebab dan siapa saja yang terlibat dalam peristiwa kerusuhan tersebut.
Ia menyebut diplomasi antar negara menjadi prioritas utama untuk menjamin keamanan masyarakat.
"Sebenarnya kelompok-kelompok lokal yang diduga ada kaitannya dengan kerusuhan ter-connect dengan beberapa pihak luar. Ini sedang kami petakan," jelasnya.
Lihat juga: Polisi Kembali Tangkap Dua Orang Terkait Bintang Kejora
Ia mengatakan belum bisa membeberkan siapa dan dari negara mana pihak asing yang terlibat itu. Ia juga meminta agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
"Kalau misalnya terbukti secara hukum tentunya akan ditegakkan secara hukum," ucap dia.
Sebelumnya dilaporkan seorang anggota TNI AD tewas akibat terkena panah dan dua anggota Polri terluka saat bentrok dengan massa yang menggelar demonstrasi di Kabupaten Deiyai, Papua, Rabu (28/8).
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko telah menduga ada provokator yang mengakibatkan anggota TNI diduga bernama Serda Rikson itu meninggal dunia.
"Ya, memang ada (provokator). Memang ada. Jadi sering saya katakan memang poros gerakan politiknya sedang masif. Sekarang betul-betul sedang masif," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/8).
Lihat juga: Belasan Warga Papua Sambangi Mapolda Metro Jaya
Moeldoko mengaku sudah meminta laporan dari Pangdam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal Joppye Onesimus Wayangkau terkait kabar enam orang tertembak di Papua.
Berdasarkan kabaryang ia terima,Moeldokomenambahkan seorang anggota TNI tewas dan dua anggota Polri luka-luka. Namun, dalam pemberitaan Reuters dilaporkan enam masyarakat sipil tewas diberondong oleh aparat keamanan.
Ia menyebut kebenaran dari laporan yang ditulis media asing itu masih belum jelas sampai saat ini.
"Sementara dari Pangdam tadi, karena Pangdam dengan Panglima TNI baru turun dari pesawat, sementara jawabannya seperti itu. Belum ada laporan," ujarnya.
Moeldoko berkata kondisi Papua yang semakin panas ini tak terlepas dari kegusaran kelompok poros politik dan bersenjata. Ia menyebut kelompok yang memperjuangkan Papua merdeka itu cemas dengan pembangunan yang dilakukan pemerintahan Jokowi di Bumi Cenderawasih.
[Gambas:Video CNN] (ain/agr)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
LIHAT SEMUA Berita Daerah Terbaru
SAAT INI
Petarung kelas berat UFC Jon Jones menolak tawaran sekitar Rp145,8 miliar jika berduel dengan juara bertahan Francis Ngannou.
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER