Perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2020, setiap daerah di Kalbar sudah mulai melakukan persiapan. Meskipun dipusatkan di Kota Singkawang namun Kota Pontianak sebagai Ibu Kota Kalimantan Barat juga turut menyelenggarakan rangkaiannya secara utuh dalam perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2020.
Tahun 2020, Panitia Kota Pontianak sedang mempersiapkan berbagai hal agar Imlek dan Cap Go Meh bias lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Panitia akan memasang 2.500 lampion untuk menghiasi beberapa jalan dan di sekitar lokasi kegiatan. Acara Imlek dan Cap Go Meh 2020 Kota Pontianak ini nantinya akan di pusatkan di Jl Diponegoro, Pontianak.
Dalam pernyataan nya, Ketua Panitia Cap Go Meh 2020 Kota Pontianak, Hendry Pangestu Lim, mengatakan, Cap Go Meh tahun ini sekitar 2.500 lampion gantung akan menyemarakkan kegiatan imlek dan Cap Go Meh di Pontianak.
Ribuan lampion tersebut akan dipasang di Jl Gajah Mada, Jl Diponegoro, Jl Pahlawan dan Jl Tanjungpura Pontianak.
“Untuk lampion sendiri pada tahun ini ukuranya lebih besar dibandingkan tahun lalu, sehingga dapat semakin lebih semarak,” ujarnya.
Ia menerangkan untuk proses pemasangan lampion gantung tersebut cendrung lebih cepat.
Akan tetapi proses perakitannya membutuhkan waktu lebih lama. Perakitanya sudah berlangsung hampir sebulan lalu dilakukan.
“Semua sudah kita rakit, beberapa di antaranya sudah terpasang dan menghiasi sudut kota,” ujarnya.
Kemeriahan merayakan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Pontianak juga terus dimaksimalkan oleh panitia. Ia juga menyampaikan terdapat hal spesial yang disiapkan panitia pada Perayaan Cap Go Meh kali ini dibandingkan tahun sebelumnya, Salah satunya lampion yang digunakan lebih lebih besar.
Perbedaan lainnya panitia juga memasang lampu hias pada tiang listrik di beberapa titik ruas jalan. Pemasangan lampu ini diharapkan menambah suasana perayaan agar lebih semarak lagi. Panitia juga membuat lampion berbentuk Tikus seukuran 6 meter yang merupakan icon di tahun ini dan Selain itu panitia juga membuat replika Naga Emas sepanjang 46 meter.
Sama dengan di tahun sebelumnya juga pusat kuliner akan ditempatkan di Jalan Diponegoro disisi ruas jalan. Proses penempatan dekorasi ini akan dilakukan pada tanggal 27 Januari 2020.
“Karena tahun ini adalah tahun tikus maka dibuatkan replika tikus dengan ukuran enam meter,” ujarnya.
Kemudian panitia juga menyiapkan kue keranjang dengan berat dua ton.
“Beratnya dua ton dengan kumpulan kue keranjang yang disusun membentuk pagoda di Jl Diponegoro,” ujarnya.
Hendry juga menambahkan, panitia terus mematangkan persiapan hingga H-1 acara ini agar tidak ada kekurangan sesuatu apapun, semua akan terus dipantau dari segala proses pembutan hingga pemasangan.
“Persiapan sudah jalan 80 persen, tinggal 20 persen saja dan itu persiapan di lapangan saja,” ujarnya.
Hendry berharap dengan Perayaan Cap Go Meh 2020 kota Pontianak ini, agar seluruh masyarakat ikut berperan serta dalam perayaan ini sehingga semakin berkesan bagi wisatawan yang datang ke Kota Pontianak.
Hendry juga menjelaskan untuk karnaval, di Kota Pontianak tidak ada menampilkan pawai tatung. Panitia akan menampilkan pertunjukan atraksi naga dan barongsai saja, untuk proses pendaftaran akan ditutup pada tanggal 21 Januari 2020 .
“Proses pendaftaran untuk naga dan barongsai sudah kita mulai, beberapa yayasan sudah mengambil formulir. Pendaftaran akan kita tutup pada 21 Januari,” ujarnya.
Peserta yang mendaftar ada 20 naga dan 20 barongsai yang akan memeriahkan perayaan cap go meh di Kota Pontianak.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Jisen menjelaskan proses pembuatan kue keranjang seberat 2 ton sudah di mulai dari tanggal 16 Januari 2020 yang lalu.
” untuk penyelesaian sebanyak dua ton tersebut membutuhkan waktu sekitar delapan hari dengan tenaga sekitar 10 orang,” ujarnya.
Dirinya juga menambahkan terkait beberapa peserta atraksi naga di Kota Pontianak, sudah ada peserta yang akan mengkonfirmasi akan menampilkan naga sepanjang 80 meter.
“Sejauh ini yang paling panjang yang telah konfirmasi naga 80 meter. Kita tidak tahu apakah ada lagi yang lebih panjang,” ujarnya.