Sepertinya penjualan game barunya yaitu Marvel Avengers tidak berjalan dengan lancar. Game yang digadang-gadang akan rilis pada bulan Agustus, namun karena ada pandemi game ini baru datang di bulan September. Mungkin hal itu yang membuat Marvel Avenger mrngalami kerugian.
Selain itu, Marvel Avenger juga memiliki berbagai review negatif dari para gamers. Para gamers merasa bahwa masih ada banyak kekurangan di dalam gameplay seperti combat dan story yang merasa membosankan. Selain itu, masih banyak bug-bug yang berkeliaran di dalam gamenya.
Melirik dari segi finansial, Menurut analisi vidio game, David Gibson, pengembang Square Enix telah kehilangan sekitar $63 juta dolar untuk game superheronya.
Marvel Avengers- it looks like the total cost of the game is closer to $170m-$190m given they only expenses 70% of cost in the qtr plus marketing costs. Why someone didn’t say stop post the multiplayer beta will remain a mystery . Square are adamant they can make a recovery …. — David Gibson (@gibbogame) November 7, 2020
Gibson mengatakan bahwa Square Enix tidak berkomentar tentang berapa unit yang terjual. Tetapi, ia menyiratkan bahwa Square Enix telah menghabiskan antara $170 juta – $190 juta dolar untuk pengembangan gamenya termasuk pemasaran.
Namun, Square Enix percaya bahwa mereka bisa membalikkan keadaan dengan menghadirkan patch atau update terbarunya seperti game terdahulunya. Baru-baru ini Square Enix sedang mengembangkan game Marvel Avengers agar bisa dimainkan di platfrom next gen seperti PlayStation 5.