GIANYAR-fajarbali.com | Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Gianyar mengimbau agar warga tidak memungut anjing liar di jalanan untuk dipelihara.
Mengingat anjing liar di jalanan tersebut selain tidak jelas asal usulnya, juga berpotensi mengidap panyakit rabies. Penyakit dari anjing liar ini berpotensi menular ke anjing lain dalam satu kawasan terutama rabies.
Hal ini dikatakan Kadis Pertanian dan Peternakan Gianyar, Made Raka, Selasa (2/7/2019), setelah melakukan eliminasi, sosialisasi dan vaksinasi terhadap anjing di rumah-rumah warga, se-Kabupaten Gianyar.
“Ada kasus warga yang memungut anjing liar, dipelihara dan setelah dirawat ternyata positif rabies,” jelas Made Raka. Dikatakannya, bisa saja anjing tersebut sengaja dibuang dan di tempat pembuangan dan dalam kondisi terjangkit penyakit rabies.
Disarankannya, warga yang ingin memelihara anjing, agar tahu asal usulnya dan sudah divaksin rabies termasuk indukannya. Ditambahkannya, bisa saja warga memungut anjing iar jalanan, namun mesti mendapat perawatan khusus. Bila tidak mendapat perawatan khusus, ditakutkan anjing tersebut menularkan penyakit rabies ke anjing lain dan pada suatu area/wilayah terjangkit lagi rabies. Made Raka menjelaskan,anjing liar ini biasanya dibuang di tempat sampah atau pasar.
Made Raka menjelaskan di tahun 2018 ini, populasi anjing di Gianyar meningkat tajam. Di tahun 2018 lalu populasi anjing sekitar 55.000-an, dan tahun 2019 sudah mencapai sekitar 75.000 ekor. Dikatakannya, meningkatnya populasi ini n anjing dengan mudah beranak pinak, dan anakannya bisa mencapai 4-6 ekor. “Yang betina biasanya dibuang, tanpa adanya perlakuan vaksin, ini yang mengkhawatirkan kita,” jelasnya.
Sedangkan di tahun 2019 sampai akhir Juni lalu, sebanyak 263 ekor anjing yang sudah dieliminasi. Eliminasi ini atas permintaan warga dan beberapa adalah anjing liar yang tanpa tuan. Dari 75.000 ekor anjing ini sekitar 94% sudah diberikan vaksinasi rabies secara berkala. Sedangkan sisanya adalah anjing liar tanpa tuan dan sebagian lagi dimiliki warga yang enggan memvaksin peliharaannya karena ditakutkan anjingnya tambah kurus. “Kami sangat bberharap warga pemilik anjing dengan sadar memvaksin, karena bila terjadi gigitan akan membuat lebih panic warga,” tuntasnya.(sar)