Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Dadang MS, Mahasiswa Semester Delapan Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura merasa kurang setuju apabila Ibu Kota Negara dipindahkan, karena sudah lama Ibu Kota Negara Indonesia di Jakarta.
Menurutnya, alangkah bagusnya diperluas saja ke wilayah di sekitaran Jakarta yang masih strategis, kepadatan penduduknya tidak terlalu besar, itu mungkin bisa untuk penambahan di Ibu Kotanya, jadi tidak perlu dipindahkan lagi. Kalau dipindahkan ke Kalimantan, untuk mengembangkannya membutuhkan waktu yang lama.
“Harapan saya, dimana pun Ibu Kota Negara Indonesia, asalkan bisa mensejahterakan rakyatnya. Kalau memang terlaksana pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia, segala aspek harus diperhatikan dan harus diatur betul-betul, seperti infrastruktur, jalan raya harus ditata dengan rapi, jadi tata kotanya itu benar-benar rapi. Memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat, jadi jangan sampai setelah ibu kota dipindahkan, hanya sebagai tempat menguntungkan penguasa saja, tapi masyarakat dirugikan, semua itu tidak dibenarkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ghahi Khairi, Mahasiswa Semester Delapan Jurusan Perbankan Syariah IAIN Pontianak merasa perlu adanya pemindahan Ibu Kota Negara. Dia mencontohkan di Amerika, ibu kotanya di Washington DC, Pusat ekonominya di New York.
Menurutnya, Jakarta memiliki beban yang terlalu banyak, karena pusat pemerintahan sekaligus pusat ekonomi. Jadi untuk Ibu Kota, katanya, perlu sistem yang luas untuk penataan pemerintahannya, karena Jakarta sekarang sudah sempit, akses menuju tempat-tempat penting juga susah.
“Para aparat negara pengennya pindah ke sana (Palangkaraya) karena nanti akan dibangun tempat yang direncanakan sebelumnya. Jadi dipindahkan ke sana pun juga akan memajukan daerah Kalimantan, positifnya itu. Negatifnya, Jakarta nanti akan berkurang dari segi ekonominya, tidak seramai dulu. Palangkaraya memiliki akses yang dekat dengan Negara tetangga, jadi pemerintah lebih nyaman berkomunikasi dengan pihak luar,” ujarnya.
(Sukardi/Muh)