Ini Pernyataan Lengkap Rocky Gerung soal "Kitab Suci Fiksi", 5 Jam Klarifikasi Makna Fiksi
Ini Pernyataan Lengkap Rocky Gerung soal "Kitab Suci Fiksi", 5 Jam Klarifikasi Makna Fiksi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pengamat politik, Rocky Gerung memenuhi panggilan Polda Metro Jaya soal pernyataannya "Kitab Suci Fiksi", Jumat (1/2/2019).
Rocky diperiksa di Direktorat Reserse Kriminal khusus Polda Metro Jaya dengan didampingi kuasa hukumnya, Haris Azhar pada pukul 15.55 WIB.
Rocky keluar dari ruang pemeriksaan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jumat (1/2/2019) malam sekitar pukul 20.40 WIB.
Selama lebih kurang 5 jam, Rocky diperiksa terkait memberi keterangan.
Ia diminta pihak kepolisian untuk klarifikasi mengenai istilah fiksi.
"Rupanya si pelapor itu gagal paham beda antara fiksi dan fiktif. Padahal berkali-kali saya terangkan bahwa fiksi adalah suatu energi untuk mengaktifkan imajinasi," kata Rocky kepada wartawan seusai pemeriksaan oleh kepolisian Jumat malam, dikutip dari Kompas.com.
Baca: Rocky Gerung Sindir Pelapor Usai Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Jaya
Baca: Ustadz Abdul Somad Ungkap Tinggi Rendahnya Derajat Laki-laki Tergantung Perempuan
Baca: HEBOH Video Mesum Wanita Pakai Training Bertulis SMAN 1 di Kalbar! Viral Via WhatsApp
Baca: Ungkap Kondisi Terkini di Lokasi Bencana, Sujianto: Situasi Sudah Kondusif dan Bantuan Sudah Datang
Baca: Kuliner Penyumbang PDRB Terbesar, Harry Harap Duta Kuliner Tarik Warga Luar Cicipi Kuliner Pontianak
Ia mengungkapkan bahwa penting bagi pelapor membedakan fiksi dan fiktif, dia juga menambahkan bahwa pelapor memiliki kekurangan pengetahuan tentang pemaknaan kata-kata.
"Saya enggak tahu nih apa karena mungkin beliau membutuhkan percakapan akademis tapi enggak punya forum," kata Rocky.
Pernyataan Rocky Gerung soal "Kitab Suci Fiksi" sejatinya sudah tahun lalu ramai diperbincangkan.
Pernyataan Rocky Gerung itu disampaikan dalam Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (10/04/2018) malam.
Dalam closing statement, Rocky Gerung awalnya, menyampaikan bahwa fiksi lawannya realitas bukan fakta.
"Jadi kalau anda bilang itu fiksi dan kata itu menjadi penyoratif, jadi anda tidak memperbolehkan anak anda membaca fiksi karena sudah dua bulan ini kata fiksi sudah menjadi kata yang buruk," ujarnya.
Baca: Ustadz Abdul Somad Ungkap Tinggi Rendahnya Derajat Laki-laki Tergantung Perempuan
Baca: HEBOH Video Mesum Wanita Pakai Training Bertulis SMAN 1 di Kalbar! Viral Via WhatsApp
Baca: Rocky Gerung Sindir Pelapor Usai Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Jaya
Baca: Jawab Tuduhan Politisi PKS Hidayat Nur Wahid, Jokowi Akan Suruh Cucunya Jan Ethes Diperiksa Bawaslu
Baca: Suaminya Ahmad Dhani Mendekam di Penjara, Mulan Jameela Kembali Diuji dengan Musibah Ini
Setelah itu, dosen Filsafat UI itu mempertanyakan soal kitab suci.
"Kitab suci itu fiksi bukan? siapa yang berani jawab," katanya.
"Kalau saya pakai definisi bahwa fiksi itu mengaktifkan imajinasi, kitab suci itu adalah fiksi, karena belum selesai, belum tiba itu. Babat tanah jawa itu fiksi," ujar Rocky.
Pada kesempatan itu, Rocky juga mengatakan fiksi adalah energi yang dihubungkan dengan telos, dan itu sifatnya fiksi.
"Dan itu baik. Fiksi adalah fiction, dan itu berbeda dengan fiktif," ujarnya. Telos sendiri dalam bahasa Yunani berarti ‘akhir’, ‘tujuan’, atau ‘sasaran’," kata pengamat politik tersebut.
Dia memperjelas jika fiksi itu baik, sedangkan yang buruk adalah fiktif.
Ia bahkan mengambil contoh Mahabharata. Menurutnya, Mahabharata adalah fiksi, tapi itu bukan fiktif.
Rocky berargumen, fiksi itu kreatif. Sama seperti orang beragama yang terus kreatif dan ia menunggu telosnya.
"Anda berdoa, Anda masuk dalam energi fiksional bahwa dengan itu Anda akan tiba di tempat yang indah,” ujarnya.
Rocky menambahkan, dalam agama, fiksi adalah keyakinan. Dalam literatur, fiksi adalah energi untuk mengaktifkan imajinasi.
"Kimianya sama, dalam tubuh sama, dan jenis hormon yang diproduksi dalam tubuh sama," ujarnya.
Pada stasiun TV berbeda, Rocky Gerung memperjelas komentarnya di ILC.
Alumnus Sastra UI, Rocky Gerung menyatakan dirinya sudah menghitung bahwa akan ada yang mempersoalkan saat dirinya memilih kata fiksi, dalam pernyataannya di ILC.
"Tentu yang anda maksud reaksi saya. Saya hitung di dalam kepala. Dalam kecepatan cahaya. Bahwa pasti ada yang akan mempersoalkan kan itu," ujar Rocky, Selasa (24/4/2018) malam.
"Tetapi saya ukur, saya mengucapkannya dalam struktur silogisme. Bila, maka itu," katanya.
Rocky mempersilakan jika kemudian hal itu diuji di pengadilan.
"Kalau dia akan uji di pengadilan, silakan uji silogisme. Barang buktinya apa? Logic. Bagaimana logic itu ditaruh di depan persidangan? Si hakim juga akan bingung. Polisi juga akan bingung bikin BAP," ujarnya.
|PERUM DAMRI Buka Trayek Trans Kalimantan Berangkat Setiap Hari Pukul 16.00 WIB Biaya Terjangkau|
|Seorang Pegawai Bank Curi Uang Rp 2,5 Miliar Milik Nasabah di Sambas, Uang Kampus Turut Jadi Korban|
|Sekeluarga Ditemukan Bersimbah Darah dalam Kamar, Diduga Keras Korban Aksi Brutal Anak Kandung|
|Demokrat Versi KLB Ditolak, Nicodemus R Toun : Kita Mengarah Pada Pembentukan Partai Baru|
|RAMALAN Zodiak Scorpio Hari Ini Kamis 1 April, Libra Cancer Hingga Taurus|