Amus menyebutkan saat Pilkada Gubernur Papua Barat sebelumnya, hanya ada satu TPS di Wasakuno, Kabupaten Kaimana yang hampur saja menggunakan sistem noken. Namun akhirnya masyarakat setempat memahami demokrasi murni, hingga akhirnya sistem noken tak digunakan dan menggunakan kotak suara.