PR TASIKMALAYA - Ferdinand Hutahaean getol mengkritik Anies Baswedan turut angkat suara menanggapi soal penggeledahan 4 lokasi oleh KPK terkait kasus korupsi program Rumah DP 0 persen.
Dalam cuitan yang diunggah di akun Twitternya @FerdinandHaean3 pada Rabu, 10 Maret 2021 Ferdinand Hutahean mempertanyakan kenapa KPK tidak melakukan penggeledahan di kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Adapun permintaan Ferdinand Hutahaean tersebut disampaikan lantaran menurutnya sangat tidak kasus korupsi yang melibatkan Direktur Utama PT Pembangunan Sarana Jaya yang merupakan salah satu BUMD DKI Jakarta tidak berkordinasi dengan Gubernur Anies Baswedan selaku pemilik program.
Baca Juga: Lakukan Pelecehan Seksual pada 3 Putrinya Selama Belasan Tahun, Pria Asal Singapura Dijerat 33 Tahun Penjara
“Wahai @KPK_RI mengapa Kantor Gubernur tidak digeledah? Karena rasanya tidak mungkin BUMD bekerja sendirian tanpa lapor kepada Gubernur pemilik program,” tulis Ferdinand sebagaimana dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari cuitan di akun Twitternya @FerdinandHaean3, Rabu, 10 Maret 2021.
Atas dasar alasan tersebut, Ferdinand lantas menyampaikan harapannya kepada KPK agar dapat serius mengembangkan kasus tersebut sampai ke akarnya.
Ferdinand juga berharap KPK tidak mengambil kasus ini untuk menguncinya hingga penyelidikan di tingkat BUMD DKI Jakarta.
Baca Juga: Sebut Tangisan Darmizal Air Mata Buaya, Syahrial Nasution: Memangnya Kau yang Jadikan SBY Presiden?
“Saya berharap KPK serius mengembangkan kasus ini dan tidak mengambil kasus ini untuk menguncinya hanya di BUMD,” pungkasnya.