JoSS, SEMARANG – Taman Love dan Dancing Fountain yang ada di komplek Tugu Muda Semarang, jadi daya tarik spot swafoto pengunjung. Baik warga kota Semarang atau dari luar kota Semarang. Spot tersebut terlihat menarik bila malam hari.
“Kawasan Tugu Muda sekarang menjadi kawasan yang menarik untuk swafoto. Tamannya kelihatan dirawat dan sangat indah, berbeda dengan kondisi sebelumnya,” ujar Catur Wahono (30) warga Bulustalan, seperti yang dilansir dari ayosemarang.com, Senin (8/4).
Menurut Catur, hal yang membuat berbeda Tugu Muda saat ini adalah tamannya yang dibuat menarik. Selain itu, ditambah dengan pertunjukan dancing fountain setiap malam hari di air mancur sekitar monument Tugu Muda.
“Sekarang kalau sore ramai dikunjung masyarakat dan wisatawan untuk berswafoto. Keindahan tamannya menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Kalau dulu sebelum taman digarap sebagus ini, masyarakat hanya nongkrong ketika malah hari. Jika sore tidak sebanyak saat ini,” tambahnya.
Sementara itu, Doni Santoso warga kampung Wonosari gang IV mengatakan, kerangka besi berbentuk hati yang dihiasi tanaman dan bunga plastik yang melilit menjadi hal baru di kawasan tersebut. Menurutnya, sebelumnya belum ada aksesoris tersebut.
Baca juga: Kota Semarang Masuk 10 Besar Kota dengan Pembangunan Terbaik di Indonesia
“Tapi saat ini aksesoris itu menjadi daya tarik untuk berswafoto, karena memang bagus. Apalagi latar belakangnya monumen Tugu Muda,” imbuhnya.
Sementara itu, Kabid Pertamanan Disperkim Kota Semarang, Atik Nabila mengatakan, hiasan tersebut dimaksudkan untuk mengganti pohon yang tinggi. Sebab, pohon yang tinggi bisa menutupi Tugu Muda dan Lawang Sewu.
“Jadi, kami hanya menambah hiasan kesil saja agar Tugu Muda dan Lawang Sewu nantinya tidak tertutup karena kami tanami pohon yang bisa tumbuh besar,” jelasnya.
Sebelumnya kawasan taman Tugu Muda telah dipercantik oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang, Agustus 2018. Anggaran yang digunakan untuk mempercantik taman Tugu Muda ini sebesar Rp 3,157 miliar.
Dalam pembangunannya, seluruh konsep air mancur yang lama dibongkar dan diganti dengan konsep baru yaitu air mancur menari. “Pembongkaran itu tidak mengubah konsep utama yaitu monumen itu sendiri. Kami tetap mempertahankan keasliannya,” paparnya. (nug/lna)