Analis dari Reliance Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, mengatakan MACD sudah menyentuh area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI terlihat sudah membentuk pola dead cross di area netral.
"IHSG terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan. Sehingga IHSG berpeluang menuju ke resistance terdekat," ujar Nafan Aji, Jakarta, Rabu (18/9/2019).
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:
Baca Juga:
1. ACES
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area level 1700-1730, dengan target harga secara bertahap di level 1745, 1755, 1765, 1775 dan 1815. Support: 1700 dan 1675.
2. ADHI
Terlihat pola bullish harami doji star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi beli" pada area level 1325-1350, dengan target harga secara bertahap di level 1380, 1455, 1550, 1775 dan 2000. Support: 1325 dan 1270.
3. ASRI
Terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi beli" pada level 306-312, dengan target harga secara bertahap di level 318, 332, 370 dan 404. Support: 296 dan 288.
4. BMRI
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area level 6900-7000, dengan target harga secara bertahap di level 7150, 7425, 8050 dan 8650. Support: 6800 dan 6650.
5. GGRM
Terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi beli" pada area level 54000-54700, dengan target harga secara bertahap di level 59050 dan 65500. Support: 52000.
6. WIKA
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area 1980-2030, dengan target harga secara bertahap di level 2110, 2200 dan 2350.
(ven)