Garuda Indonesia Digugat Akibat Tak Memberikan Makanan Ringan Saat Delay, Berakhir Damai?
"Kami segenap jajaran Maskapai Indonesia meminta maaf atas kejadian yang menimpa abang David Tobing," ucap Hengky Heriandono.
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA PUSAT -- Bertepatan di Hari Konsumen Nasional, Gugatan yang diajukan David Tobing perihal tidak diberikan kompensasi snack akibat delay 70 menit oleh Garuda Indonesia berujung damai.
Ketua Komunitas Konsumen Indonesia (KKI), David Tobing, mengajukan gugatan terhadap pihak Maskapai Garuda Indonesia lantaran tidak mendapatkan haknya saat pesawatnya delay selama 70 menit pada 3 April 2018 silam
Sebagai permohonan maaf, pihak Garuda Indonesia yang diwakili oleh Uun Setiawan selaku Vice President Ground Services dan Hengky Heriandono selaku Corporate Secretary PT Garuda Indonesia Tbk menyerahkan makanan ringan kepada Dr David Tobing.
Baca: Ngaku Alami KDRT, Hilda Beberkan Bukti Baru, Kriss Hatta: Ya Allah Kamu Istigfar!
Acara itu dihelat di Restauran Manggar, Kebon Sirih, sekira pada pukul 14.00 WIB.
"Kami segenap jajaran Maskapai Indonesia meminta maaf atas kejadian yang menimpa abang David Tobing dan juga penumpang lainnya," ucap Hengky Heriandono dalam keterangannya, Jakarta Pusat, Jumat (20/4/2018).
Selain menyerahkan makanan ringan kepada David Tobing, Garuda Indonesia juga berkomitmen untuk lebih memberikan pelayanan terbaik kepada setiap penumpang.
"Hal ini merupakan suatu catatan hitam dan pembelajaraan untuk kami, Garuda Indonesia," imbuhnya.
David menjelaskan bahwa gugatan ini diajukan karena ia merasa peduli dan perlu untuk mengingatkan kepada Garuda Indonesia agar tidak mengabaikan hak-hak konsumen.
|Diperiksa Terkait Kepemilikan Senjata Tajam, Kuasa Hukum Rizieq Shihab Sebut Hanya Klarifikasi|
|Sikap Penyerang Mabes Polri Selama Kuliah Dikenang Teman, Di-DO Kampus hingga Jadi Teroris Lone Wolf|
|Nangis Dini Hari di Pusara Makam ZA, Ibunda Penyerang Mabes Polri: Allah Memanggil Kamu|
|'Ma, Zakiah Keluar Sebentar' Kata ZA Pamit Sebelum Serang Mabes Polri, Keluarga Berniat Lapor Polisi|
|Tak Cuma Lewat Surat Wasiat, Teroris ZA Pamitan di WA Grup Keluarga, Isinya Buat Curiga Ayah Pelaku|