Air di Sendang Senjoyo sangat jernih dan dingin. Sehingga, banyak warga mulai anak-anak hingga orang tua yang senang mandi atau berenang di tempat tersebut. Bahkan, pengunjung Sendang Senjoyo tak hanya berasal dari Desa Tegalwaton atau Tengaran saja. Banyak warga dari daerah Salatiga, Boyolali, Semarang yang sering datang ke Sendang Senjoyo sekadar untuk mandi.
Keramaian di Sendang Senjoyo tak hanya terlihat pada pagi hingga sore hari. Pada hari tertentu seperti malam Jumat kliwon, sumber air tersebut juga ramai pengunjung. Sebagian besar pengunjung yang datang pada malam Jumat itu memiliki tujuan tersendiri.
Tujuan mereka berendam di Sendang Senjoyo adalah untuk mencari berkah dan mukjizat. Konon, orang yang melakukan ritual berendam pada malam hari di Sendang Senjoyo keinginannya bisa tercapai dan orang sedang sakit bisa sembuh.
Baca Juga:
"Banyak orang yang berendam pada malam Jumat kliwon. Mereka tirakat dan berendam di Sendang Senjoyo untuk berdoa agar hajatnya (keinginan) terkabul. Ada juga orang yang berendam untuk menyembuhkan penyakit yang dideritanya," kata Tugiran (54), warga Tegalwaton, Kamis (10/5/2018).
Tugiran menceritakan, menurut legenda, Sendang Senjoyo merupakan salah satu petilasan Kesultanan Keraton Pajang. Joko Tingkir atau Jaka Tingkir atau Mas Karebet dari Kesultanan Pajang sebelum menjadi penguasa dan mendapat gelar Sultan Hadiwijoyo bertapa di Sendang Senjoyo.
"Menurut cerita para leluhur, Joko Tingkir pernah tirakat (bertapa) di Sendang Senjoyo. Setelah tirakat di Sendang Senjoyo, Joko Tingkir kembali ke kerajaan untuk meneruskan perjuangannya hingga akhirnya bisa menjadi penguasa di Kesultanan Pajang dan mendapat gelar Sultan Hadiwijoyo," ujarnya.
Hingga saat ini, Sendang Senjoyo diyakini masih memiliki tuah. Tak sedikit orang yang melakukan ritual di sumber air ini dan kabarnya apa yang menjadi keinginannya bisa terkabul.