"Malaysia mengecam keputusan itu sebagai tindakan tidak bersahabat dan tidak konstruktif, tidak menghormati semangat saling menghormati dan hubungan bertetangga yang baik di antara anggota komunitas internasional. Malaysia selalu menganggap Korut sebagai mitra dekat sejak terjalinnya hubungan diplomatik pada 1973," kata Kemenlu Malaysia.
Malaysia mengaku terus mendukung dan memperkuat hubungan dengan Korut meski ada kasus pembunuhan saudara laki-laki pemimpin Korut Kim Jon-Un, Kim Jong-Nam pada 2017 lalu.
"Malaysia termasuk yang paling awal melakukannya, dan terus mendukung Korut selama masa-masa sulit mereka. Malaysia telah gigih melakukan upaya konkret untuk memperkuat hubungan dengan Korut bahkan setelah pembunuhan Kim Jong-nam yang menyedihkan pada tahun 2017," kata Kemenlu.
"Dalam hal ini, keputusan sepihak Korut jelas tidak beralasan, tidak proporsional dan tentu saja mengganggu promosi perdamaian, stabilitas dan kemakmuran wilayah kita," imbuhnya.
(izt/ita)