Antara, CNN Indonesia | Senin, 19/08/2019 21:48 WIB
Wali Kota Malang Sutiaji. (Detikcom/Ari Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wali Kota Malang Sutiaji menjelaskan kronologi terkait peristiwa bentrokan yang terjadi pada Kamis (15/8) antara sekelompok warga dengan mahasiswa asal Papua di kawasan Rajabali, Kota Malang, Jawa Timur.
Sutiaji mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang, para mahasiswa asal Papua tersebut tengah melakukan perjalanan dari Stadion Gajayana menuju Balai Kota Malang, Kamis pagi.
Para mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) tersebut akan melakukan aksi damai di Balai Kota Malang, mengecam penandatangananNew York Agreementantara Indonesia dan Belanda pada 15 Agustus 1962.
Lihat juga: Gubernur Sulsel Terjun Cek Asrama Mahasiswa Papua di Makassar
"Sekitar pukul 08.55 WIB, para mahasiswa itu tiba di simpang empat Rajabali dan bertemu sekelompok warga Kota Malang. Kemudian terjadi perselisihan atau adu mulut," kata Sutiaji di Kota Malang, Senin (19/8) malam.
Perselisihan kemudian berlanjut dengan bentrokan fisik. Kejadian tersebut, juga membuat masyarakat yang tinggal di dekat kawasan Rajabali keluar dan menyaksikan bentrokan hingga terlibat di dalamnya.
Bentrokan antara kedua kelompok tersebut semakin memanas. Dua kelompok juga terlibat aksi saling lempar batu sehingga membahayakan para pengendara kendaraan bermotor yang melintas.
Lihat juga: Polri: Sorong dan Manokwari Sudah Kondusif
"Pada saat saling lempar batu itu, dilerai oleh pihak kepolisian, dan seketika bisa berhenti," ujar Sutiaji.
Atas kejadian tersebut, Sutiaji atas nama Pemerintah Kota Malang menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Sutiaji juga telah bertemu dengan warga yang terlibat bentrokan dengan mahasiswa asal Papua tersebut.
Lihat juga: Kapolda Jamin Keamanan Warga Papua di Jabar
Dalam pertemuan tersebut, Sutiaji menegaskan kepada warga bahwa semua warga negara Indonesia memiliki hak untuk menyampaikan pendapat. Dalam menyampaikan pendapat, sesungguhnya bisa dilaksanakan tanpa ada gangguan selama mentaati aturan yang berlaku.
[Gambas:Video CNN] (sur)
Tulisan ini merupakan bagian dari kumpulan artikel dalam Fokus: “Rusuh di Tanah Papua”
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
LIHAT SEMUA Berita Daerah Terbaru
SAAT INI
Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose menilai holding BUMN bidang pertahanan akan meningkatkan efisiensi dan membantu dalam menciptakan inovasi.
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER