Seorang pria punya alat kelamin khas berupa penis dan testis. Sementara seorang wanita lahir dengan payudara, vagina, dan rahim. Namun, adapula orang yang tidak peduli apa jenis kelamin yang dimilikinya, ia menganggap dirinya bukanlah kelompok gender wanita maupun pria. Kelompok ini dikenal sebagai genderqueer atau non binary (nonbiner).
Genderqueer adalah satu dari beragam identitas gender yang ada. Agar lebih jelas, mari simak ulasan berikut ini, ya!
Non binary adalah salah satu identitas gender
Umumnya, identitas gender yang dimiliki seseorang sesuai dengan jenis kelamin biologis atau anatomi seksual tubuhnya sejak lahir.
Pasalnya, dari sinilah, seseorang dapat dikatakan berjenis kelamin sebagai pria atau wanita.
Hal ini jelas berbeda dengan istilah non binary, atau yang disebut juga sebagai genderqueer.
Genderqueer atau non binary (nonbiner) adalah istilah identitas gender yang tidak merujuk secara spesifik pada salah satu gender seperti perempuan maupun laki-laki.
Nonbiner dapat berada di antara ataupun di luar dua gender tersebut. Dalam konteks ini, identitas gender merujuk pada persepsi internal seseorang.
Identitas gender tergantung dari bagaimana seseorang memandang dirinya, bukan berdasarkan kondisi biologis yang ditentukan dari jenis kelamin.
Sebenarnya, di dalam lingkungan atau secara medis, kelompok genderqueer tetap dianggap sebagai pria ataupun wanita.
Hanya, mereka sendiri tidak mengasosiasikan dirinya ke dalam gender pria atau wanita.
Dengan kata lain, kelompok non binary atau genderqueer tidak mengakui jenis kelaminnya secara spesifik, terlepas dari apa pun penampilan fisiknya.
Kelompok nonbiner menganggap dirinya memiliki dua jenis kelamin sekaligus, meskipun mereka sebenarnya punya satu jenis kelamin atau dua sekalipun ( interseks).
Itu sebabnya, kata ganti orang ketiga atau jamak untuk kelompok orang dengan identitas gender sebagai nonbiner adalah “mereka” bukan “dia“.
Ini karena “dia” adalah kata ganti yang merujuk pada satu jenis kelamin khusus sebagai pria atau wanita saja.
Samakah genderqueer dengan transgender dan interseks?
Losty, M., & O’Connor, J. (2018). Falling outside of the ‘nice little binary box’: a psychoanalytic exploration of the non-binary gender identity. Psychoanalytic Psychotherapy, 32(1), 40-60.https://doi.org/10.1080/02668734.2017.1384933
Moleiro, C., & Pinto, N. (2015). Sexual orientation and gender identity: review of concepts, controversies and their relation to psychopathology classification systems. Frontiers In Psychology, 6.https://doi.org/10.3389/fpsyg.2015.01511