Konflik Armenia vs Azerbaijan
Konflik Armenia vs Azerbaijan: Jumlah Korban Meningkat, Ribuan Orang Tinggalkan Rumah Mereka
Perang antara Armenia dan Azerbaijan di wilayah Nagarno-Karabakh berlanjut untuk hari ke-14, Sabtu (10/10/2020).
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Armenia dan Azerbaijan di wilayah Nagarno-Karabakh berlanjut untuk hari ke-14, Sabtu (10/10/2020).
Mengutip CBS News, lebih dari 300 orang dilaporkan tewas dalam pertempuran yang membara sejak 27 September 2020 kemarin.
Kedua negara memperebutkan kepemilikan daerah pegunungan sejak pecahnya Uni Soviet.
Nagorno-Karabakh secara internasional diakui sebagai bagian dari Azerbaijan, tetapi etnis Armenia telah menghuni sebagian besar wilayah tersebut.
Baca: Armenia-Azerbaijan Bertemu di Moskow, Kesepakatan Gencatan Senjata Segera Dicapai
Baca: Dua Tokoh Populer Armenia Tewas di Tengah Perang Nagorno-Karabakh
Pejabat dari pemerintah daerah mengatakan, pertempuran telah mendorong setengah dari penduduk sipil Nagorno-Karabakh keluar dari rumah mereka, Rabu (7/10/2020).
"Menurut perkiraan awal kami, sekitar 50 persen populasi Karabakh dan 90 persen wanita dan anak-anak, atau sekitar 70.000-75.000 orang telah mengungsi," kata Ombudsman Hak Pemerintahan Nagorno-Karabakh Artak Beglaryan, kepada kantor berita AFP.
Pada hari Selasa, para pejabat Azerbaijan mengklaim, pasukan Armenia menargetkan pipa minyak dengan munisi tandan, yang penggunaannya dilarang oleh sebagian besar negara.
Kementerian Pertahanan Armenia segera menepis tuduhan tersebut, bersikeras pasukan Armenia tidak menargetkan infrastruktur minyak atau gas apa pun.
Ada klaim dari kedua belah pihak, bahwa negara lainnya secara membabi buta menembaki wilayah sipil.
Baca: PM Armenia Tuding Turki Manfaatkan Perang Negaranya dengan Azerbaijan
Baca: Armenia vs Azerbaijan: Bentrokan Sengit di Nagarno-Karabakh, Pasukan Armenia Hancurkan Kota Ganja
Awal pekan ini, Amnesty International mengeluarkan laporan yang menguatkan informasi bahwa munisi tandan telah digunakan selama pemboman Stepanakert, kota utama Nagorno-Karabakh, yang juga dikenal sebagai Khankendi, oleh Angkatan Bersenjata Azerbaijan.
konflik armenia vs azerbaijan
perang antara Azerbaijan dan Armenia
bentrokan militer antara Armenia dan Azerbaijan
|1. PM Armenia Peringatkan Adanya Upaya Kudeta setelah Militer Minta Pengunduran Dirinya|
|2. Ribuan Pengunjuk Rasa Desak PM Armenia Nikol Pashinyan Mundur dari Jabatannya|
|3. Ini Mehriban Aliyeva, First Lady Azerbaijan yang Pernah Masuk 10 Wanita Berpengaruh di Dunia|
|4. Pasca Gencatan Senjata Nagarno-Karabakh, Menteri Pertahanan Armenia Mengajukan Pengunduran Diri|
|5. Warga Armenia Berkemas dan Tinggalkan Nagarno-Karabakh|