PROKAL.CO,
Daerah kewanitaan menjadi bagian paling sensitif dari tubuh perempuan. Karena itu, menjaga kesehatan dan kebersihannya menjadi hal penting dan wajib. Namun, akhir-akhir ini Indonesia dihebohkan dengan kasus “ikan asin” dari salah satu publik figur. Benarkah aroma organ intim seperti itu?
MENANGGAPI hal itu, Maya Milani selaku dokter spesialis kulit dan kelamin mengaku kecewa. Sebab baginya, kalimat semacam itu tak seharusnya dilontarkan dari mantan suami. Untuk aroma, Maya mengatakan, setiap perempuan memiliki aroma khas dari organ intimnya.
“Harus diketahui bahwa setiap vagina memiliki bau masing-masing dan itu wajar. Tapi, enggak seperti ikan asin juga,” ucapnya. Bagi Maya, vagina yang normal dan sehat tidak wangi layaknya bunga, buah, atau bahkan parfum. Bukan juga aroma obat-obatan dan bahan kimia. Setiap perempuan mengeluarkan aroma khas berbeda-beda. Tetapi, pada dasarnya aroma yang tercium memang sedikit asam tapi tak menyengat.
Maya menjelaskan, biasanya aroma tersebut bisa tercium dari jarak kira-kira 30 sentimeter (cm). Namun, jangan khawatir karena bau yang keluar memang normal dan seharusnya tidak mengganggu. “Bau tersebut datang dari koloni bakteri baik yang pasti menetap di setiap organ intim. Ditambah dengan cairan yang diproduksi vagina. Koloni bakteri itu biasanya disebut flora normal, yang bertugas mencegah infeksi bakteri atau virus,” ujarnya.
Justru, jika flora normal, atau bakteri baik dihilangkan, malah membuat organ intim rentan bakteri jahat, virus, dan mikroorganisme lain yang mampu menumbuhkan penyakit. Aroma flora normal itu bisa berubah-ubah seiring siklus menstruasi perempuan.