Anies juga menyinggung turunnya permukaan tanah di Jakarta setiap tahun. Penyebabnya, kata Anies, adalah tak adanya air hujan yang masuk ke tanah.
"Di Jakarta, setiap tahun permukaan tanah turun 7 sentimeter, mengapa turun? Karena air tanahnya kita sedot, sementara air tanahnya tak mendapat asupan dari langit yang turun lewat hujan. Efeknya tanah kita bumi kita di Jakarta turun 7 sentimeter per tahun. (Jika) Kita ulangi ini 10 tahun, 70 sentimeter tanah kita turun di Jakarta. Karena itu, untuk menyelamatkannya, kita mengembalikan pada sunatullah-nya, sunatullah-nya air hujan masuk ke dalam bumi," ujar Anies.
(aik/aik)