BIN Bicara Sederet Pemicu Aksi Teror Sepekan Terakhir
Badan Intelijen Negara (BIN) mengatakan ada beberapa pemicu aksi terorisme yang terjadi dalam waktu sepekan ini. Simak selengkapnya di sini:
Jokowi kecam aksi teror dan mengatakan tak ada tempat bagi terorisme. Jokowi juga memerintah Kapolri, Panglima TNI dan Kepala BIN untuk meningkatkan kewaspadaan
BIN mengungkap generasi milenial mudah terapapar radikalisme dari medsos. Apalagi milenial yang tidak berpikir kritis.
Sidney Jones bicara soal dugaan adanya obsesi pemerintah seolah-olah Front Pembela Islam (FPI) terkait dengan terorisme.
BIN memaparkan bahwa rekrutmen teroris gencar dilakukan di medsos. Saat aparat menghapus satu akun yang terlibat dugaan aksi terorisme, lalu muncul akun baru.
Badan Intelijen Negara mengungkap rekrutmen teroris saat ini gencar dilakukan di media sosial. BIN terus berupaya menghapus akun yang terindikasi terorime itu.
Peristiwa teror bom bunuh diri yang dilakukan oleh dua teroris di Makassar (28/3) mengagetkan semua pihak.
Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto menyebut generasi alfa rentan terpapar radikalisme dari media sosial sehingga BIN rutin melakukan pemantauan di media sosial.
BIN pernah mendatangi rumah pengunggah konten provokatif yang ternyata anak berkebutuhan khusus. Bagaimana ceritanya?
Badan Intelijen Negara (BIN) memberikan catatan terkait penanganan Corona di Indonesia pada 2021. BIN menyoroti terkait vaksinasi Corona.