Berdasar data dari Dinas Kesehatan (Dinkes), baru 403 dari 511 kantin yang dinyatakan memenuhi syarat layak kesehatan. Artinya, masih banyak kantin yang belum dinyatakan bersih dan sehat. ”Itu nanti diproses, agar bisa memenuhi syarat sebagai kantin sehat,” ujar Kepala Dinkes Gresik dr Nurul Dholam.
Dijelaskan, kantin yang sehat harus memenuhi beberapa kualifikasi. Salah satunya kondisi lingkungan di kantin. Tempat penyimpanan makanan harus dalam keadaan tertutup. Harus bersih dan bebas dari lalat maupun serangga yang bisa mencemari makanan. Selain itu, kantin sehat harus memiliki fasilitas sanitasi yang memadai. Seperti ketersediaan air bersih dan tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun. “Pembuangan air kotor juga tidak boleh mencemari lingkungan,” papar dia.
Baca juga: Lestarikan Warisan Leluhur, Disaksikan Ribuan Orang
Ia mengatakan, kantin yang belum memenuhi kriteria layak sehat akan terus dibina. Melalui pembina unit kesehatan sekolah (UKS), pengelola kantin akan diberi penyuluhan secara berkala. ”Akan terus dipantau,” jelasnya.
Menurut dia, pengawasan makanan dan minuman (mamin) di kantin sekolah lebih mudah dibandingkan di luar sekolah. Karena itu, para siswa tetap dihimbau agar lebih hati-hati ketika mengkonsumsi jajanan di luar lingkungan sekolah. “Bahan pengawet maupun pewarna menjadi salah satu pencetus penyakit kanker. Bahan tersebut mengandung karsiogeni, terjadi dalam jangka panjang,” kata dia.
Sementara itu, Kepala SMA NU 1 Gresik M. Nasihudin menuturkan, konsep kantin di sekolah yang dia pimpin seperti food court. Hal ini merupakan bentuk komitmen sekolah menyediakan kantin sehat. Selain kebersihan, keindahan tempat menjadi aspek yang diutamakan. “Dengan begitu, siswa maupun guru bisa menikmati hidangan dengan nyaman,” tuturnya. (est/rof)