Desa-Desa Resto: Resep Rahasia Bisnis Resto dan Kafe Masa Kini - Berawal dari ide dan nurani diri untuk tidak menebang pohon pada lahan kosong yang didapatinya, Rahman mewujudkan konsep usaha kuliner Desa-Desa Resto Medan.
Rahman bercerita bahwa hampir genap sepuluh tahun sudah Rahman menjalani bisnis Desa-Desa Resto Medan.
Sebagai seorang manajer hampir satu dekade, tentu sudah mengalami banyak rintangan. Mau tahu rahasia sukses usahanya? Mari simak kisahnya!
Desa-Desa Resto: Resep Rahasia Bisnis Resto dan Kafe Masa Kini
Awal Mula Desa-Desa Resto
Rahman, manajer dari Desa-Desa Resto Medan, mengawali usaha kulinernya pada 2010. Sebelumnya, tempat yang sekarang jadi tempat usahanya merupakan lahan tidak terawat yang ditumbuhi banyak pohon bambu dan pohon pisang.
Rahman sangat menyayangkan dan prihatin atas kondisi lahan tersebut dan tidak mau menebang pohon-pohon tersebut.
Dari situlah, muncul inspirasi dan keinginan untuk menata pepohonan bambu dan pisang ini sedemikian rupa. Ide dari konsep tempat dan nama restorannya pun berawal dari belantara pepohonan serta keinginan untuk merawatnya.
Setelah berdiri hampir sepuluh tahun, Rahman dan segenap timnya selalu memberikan pelayanan terbaik dan terus mempertahankan hal tersebut di berbagai lini bisnisnya.
Seiring terus bertambahnya pesaing bisnis, Rahman yakin bahwa mempertahankan kualitas pelayanan, dan cita rasa menu yang ditawarkan merupakan hal yang penting untuk bertahan. Terutama kebersihan dan keindahan tempat makan.
Untuk memaksimalkan kehidupan konsep yang dibangun, Rahman banyak mendatangkan ornamen-ornamen asli dari Bali di restorannya, seperti lukisan, payung, serta aneka batu alam.
Konsep ini membuat Desa-Desa Resto cocok dan sudah banyak digunakan pelanggan untuk berbagai macam acara, seperti pesta ulang tahun, acara arisan, reunian, gathering, meeting, bahkan pesta pernikahan.
Evaluasi, Kunci Bisnis Ini Bisa Bertahan
Dalam berbisnis tentu tantangan terbesar adalah bertahan. Rahman mengakui bahwa usahanya yang sudah berjalan hampir sepuluh tahun ini bukanlah perjalanan yang tanpa tantangan.
Menurutnya, gejolak naik turun usaha merupakan hal biasa yang dihadapi semua pengusaha. Kunci untuk bertahan dan melewati hal tersebut adalah dengan melakukan evaluasi di segala lini bisnis secara rutin.
Evaluasi terperinci terhadap cita rasa makanan dan minuman serta kebersihan tempat usaha membantu usahanya mempertahankan kualitas, pelayanan, dan kepercayaan pelanggan terhadap restorannya.
“Naik turun, pasti. Restoran mana pun pasti seperti itu, bukan kita aja. Jadi bagaimana kita tetap mengevaluasi apa yang perlu kita evaluasi, baik itu dari segi taste, rasa makanan dan minuman kita, pelayanan, maupun juga kebersihan, kita evaluasi terus,” begitulah kata-kata Rahman saat ditanyakan lebih lanjut jatuh bangunnya mempertahankan usaha restorannya.
Bagi Rahman, pelanggan adalah media pembentuk relasi dan juga bagian dari pelaku marketing perusahaannya.
Di era serba digital dengan penggunaan media sosial yang tinggi ini, review dan unggahan online dari pelanggan menjadi pertimbangan besar bagi calon pelanggan lainnya untuk mencoba produk atau jasa suatu usaha.
Submit a Comment