TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perbedaan kualitas pendidikan di desa dan di perkotaan yang terpaut jauh, hingga kini masih menjadi persoalan yang harus diselesaikan.
Dengan pendidikan berkualitas merata, Indonesia diharapkan bisa menjadi negara maju dan bisa bersaing dengan negara lain.
Politisi Partai NasDem Muhammad Farhan mengatakan ketimpangan kualitas pendidikan di kota dan daerah memang sebuah masalah besar.
Karena bagaimana pun, kata dia, tugas utama dari seluruh lapisan untuk memastikan terjadi pemerataan dalam pendidikan.
"Pertama akses terhadap fasilitas pendidikan dan kualitas pendidikan yang sama merata," katanya kepada wartawan, Senin (18/2/2019).
• 2 Bulan Jelang Pencoblosan, KPUD Jakarta Timur Masih Kekurangan 2.745 Surat Suara Pilpres
Caleg NasDem Dapil Jawa Barat I meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi itu mengakui dari angka statistik jumlah lulusan pendidikan guru banyak mulai dari D1, D2, D3 sampai S1.
Tetapi untuk lulusan dokter, terkonsentrasi hanya di Pulau Jawa. Bahkan di Jawa tidak merata, hanya di kota-kota besar.
"Sehingga, misalnya Kota Bandung mengalami surplus guru honorer sementara ada beberapa di daerah lain seperti Lebak, Pandeglang, daerah terpencil jumlah guru sangat minim, kan aneh," katanya.
Kuncinya, kata dia, memang permasalahan pemerataan, baik fasilitas maupun akses pendidikan serta kualitas. Kalau untuk guru, dia menilai sudah bagus.
"Nah, sekarang apa yang bisa kita lakukan kayanya kita mesti mikirin tentang insentif untuk para tenaga pengajar, insentif untuk fasilitas pendidikan dan lain-lain. Karena semua orang kalau ditanya apa sih yang paling penting? Pendidikan. Terus apa lagi yang paling penting? Kesehatan," katanya.