Ditemui terpisah, Wakil Kepala SMA Negeri 3 Brebes Bidang Sarana dan Prasarana, Sugiyarto menyebut kelas virtual ini bertujuan untuk mengurangi jumlah siswa putus sekolah bagi warga miskin. Lewat kelas ini, mereka masih dimungkinkan untuk bekerja dan tetap melanjutkan pendidikannya.
Sugiyarto menyebut para siswa kelas virtual ini berasal dari Kabupaten Brebes. Di antara para siswa tersebut ada yang merantau ke luar kota.
"Ada yang kerja di bengkel, peternakan ayam dan pelayan warteg," sebut Sugiyarto.
Dia menyebut ada 16 mata pelajaran yang diajarkan di kelas virtual ini. Ke-16 mata pelajaran itu yakni Pendidikan Agama Islam, Sejarah Wajib, PPKn, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, Bahasa Indonesia, Geografi, Sosiologi, Ekonomi, Olahraga dan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), Seni Budaya, Lintas Minat Biologi, dan Lintas Minat Fisika.
"Para siswa setiap hari mendapatkan tiga mapel. Untuk mendukung KBM siswa, sekolah meminjamkan buku pedoman belajar. Buku ini dipinjamkan bagi semua murid virtual," ucap Sugiyarto.
(ams/sip)