Bisa punya waktu lebih banyak untuk menambah skill dan pengalaman
(foto: pixabay)
Tentu saja selama masa menunggu setahun tidak benar-benar kosong karena ada banyak waktu luang untuk melakukan banyak hal baik.
Mulai dari liburan sejenak untuk refreshing setelah ujian akhir sekolah, refleksi diri agar lebih tenang, belajar bahasa asing, kerja part time, atau hal lain yang belum sempat dilakukan selama sekolah.
Karena pada saat nantinya sudah bisa kuliah, mungkin tidak akan sempat untuk melakukannya lagi. Bisa jadi, masa-masa gap year adalah momen penting untuk menemukan skill, pengalaman, atau kenalan baru.
Banyak anak lulusan SMA yang belum menyadari apa passion-nya atau apa cita-citanya, sehingga butuh waktu lebih banyak untuk menemukan kembali potensi dirinya.
Yang jelas, gap year bisa digunakan untuk mematangkan materi ujian masuk perguruan tinggi tahun selanjutnya.
Kenyataannya, ujian masuk kuliah setiap tahun selalu memiliki trik atau strategi tersendiri. Akan lebih menyenangkan jika selama setahun sudah sempat mempelajari strateginya.
Ketika sudah menyiapkan siasat yang tepat dengan belajar jauh-jauh hari, akan lebih mudah saat menjalani ujian masuknya.
Tidak hanya ikut tren, tapi pastikan untuk mempertimbangkan baik buruknya
(foto: pixabay)
Sebenarnya tidak hanya berlaku untuk yang baru lulus SMA, tapi juga untuk yang lulus kuliah dan tidak langsung bekerja.
Secara kondisi mental sudah berbeda, begitu juga dengan tanggung jawabnya. Karena itu, pilihan untuk menunda sudah selayaknya dipertimbangkan sebaik mungkin.
Meskipun terlihat santai dalam waktu cukup lama, tapi sebenarnya ini adalah fase yang penting untuk mengembangkan diri agar tidak jenuh terus-terusan sibuk dengan rutinitas yang sama.
Pada intinya, gap year sebenarnya bisa berfaedah jika benar-benar dijalani dengan hal positif, termasuk berbagi cerita dengan orang lain yang juga pernah menjalaninya.
Tidak hanya untuk bersenang-senang atau sekadar ikut tren, tapi masa gap year ini juga untuk memikirkan rencana hidup selanjutnya.
0 comments