Bajing Loncat Bikin Sopir Takut, 5 Menit Jarah 20 Juta
Kawanan bajing loncat jadi ancaman menakutkan bagi sopir angkutan barang yang melewati di jalan lintas Palembang-Indralaya.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kawanan bajing loncat jadi ancaman menakutkan bagi sopir angkutan barang yang melewati di jalan lintas Palembang-Indralaya. Berbekal keahlian berdiri di atas setang motor yang dipacu dalam kecepatan tinggi, kompolotan ini berhasil menguras barang berharga dari dalam bak truk yang melintas.
Akibat ulah kawanan bajing loncat yang masih berusia remaja itu, perasaan cemas meliputi Syahrial, sopir truk ekspedisi, setiap kali melintasi jalan Palembang-Indralaya. Rasa takut itu muncul setelah dua rekannya menjadi korban bajing loncat beberapa bulan lalu.
Warga Lampung ini setidaknya harus tiga kali berhenti untuk mengawasi muatan truknya tetap aman. Pertama berhenti di Jembatan Keramasan, lalu SPBU dekat Jembatan Musi II, dan terakhir di Bukit Baru.
"Setelah sampai Bukit baru bisa tenang. Rasa was-was muncul sejak teman saya, Sahril, jadi korban bajing," kata Syahrial dibincangi di parkiran PT Multi Ekspres Trasindo Km 5, Kamis (30/1).
Sahril sejak bulan lalu harus rela upahnya dipotong Rp 100 ribu setiap minggu. Kebijakan itu diambil karena dua dus sparepart seharga Rp 6 juta dalam bak truknya digondol bajing loncat.
Bukan hanya Sahril, selang seminggu kemudian bajing loncat kembali menyasar Adi, rekan satu kerjanya.
"Jumat kemarin hilang radiator senilai Rp 4 juta. Kejadiannya siang, sekitar pukul 12.30, saat jalan lagi sepi," jelas Gofar, pria yang waktu itu menjadi kernet Adi.
Gofar mengaku baru sadar barangnya hilang saat tiba di tujuan. Ia kaget saat mengetahui tutup bak truk sudah robek.
"Saya waktu itu tidak tahu, lain cerita kalau ketahuan. Saya tidak akan diam saja, sebab siapa yang mau gaji dipotong," ujarnya sedikit emosi mengenang kejadian waktu itu.
Tidak sampai di situ, Gofar beberapa hari lalu menyaksikan langsung kebrutalan remaja di Kawasan Terminal Karya Jaya. Pada malam itu, ia melihat satu per satu truk boks berplat BA dihentikan. Lalu, remaja-remaja itu meminta sejumlah uang kepada sang sopir. Gofar yang saat itu hanya berdua dengan sopirnya tak bisa berbuat banyak.