Berita Lumajang
Polres Lumajang Perlu Waktu 3 Bulan untuk Ungkap Kasus Money Game dengan Tersangka Karyadi
Polres Lumajang perlu tiga bulan untuk mengungkap money game yang dilakukan oleh PT Amoeba Internasiona milik Karyadi
SURYA.co.id | LUMAJANG - Kapolres Lumajang, AKBP M Arsal Sahban, mengaku memerlukan waktu sampai tiga bulan untuk mengungkap permainan uang (money game) dalam perdagangan piramida yang dilakukan oleh PT Amoeba Internasional. Setelah mendalami kasus itu selama tiga bulan, jajaran Polres Lumajang akhirnya menetapkan Mohamad Karyadi (48) warga Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun sebagai tersangka.
Direksi PT Amoeba Internasional ini kini sudah ditahan di rumah tahanan Polres Lumajang. Polisi menjerat Karyadi memakai UU No 7/2014 tentang Perdagangan. Pasal 9 UU itu mengatur pelarangan penerapan skema piramida dalam mendistribusi barang.
"Membutuhkan waktu tiga bulan untuk mengungkap kasus ini. Karena korbannya orang Lumajang, tetapi orang yang diduga sebagai pelaku berada di Madiun," ujar Arsal, Kamis (5/9/2019).
• Rumah Mewah Bos PT Amoeba di Madiun Sepi Seusai Digeledah, Sekdes Sebut Kerap Jadi Tempat Pertemuan
Kasus itu sendiri bermula dari laporan anak hilang dari Kabupaten Lumajang pada 10 April lalu.
Sebut saja namanya Putri, remaja berusia 16 tahun asal Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang.
Putri pergi tanpa pamit.
Dia hanya sempat bercerita kalau ditawari pekerjaan di Madiun dengan gaji Rp 3 juta per bulan.
Dari pelacakan ponsel, diketahui kalau Putri berada di sebuah gedung di Kebonsari, Madiun.
Dari cerita Putri itulah kemudian polisi mencurigai ada kejahatan lebih besar.
"Ternyata mengarah ke money game itu. Tersangka ini direksi PT Amoeba Internasional, namun berafiliasi dan berkaitan dengan PT Q-Net. Semua kegiatannya terhubung dengan Q-Net. Member-member ini member Q-Net, dan membentuk grup di bawahnya. Salah satu grup ini PT Amoeba Internasional yang menjadi semacam ketua kelompok jaringan," terang Arsal.
|Kena Refocusing Anggaran, Bupati Thoriqul Haq Targetkan IPM di Lumajang Naik Pada 2022|
|Warga Lumajang Temukan Bangkai Eskavator Penambang Pasir Gunung Semeru di Aliran Besuk Wedokan|
|Lumajang Kembali Masuk Zona Oranye, Jubir Covid-19 Sebut Kasus Pasien Justru Turun|
|Daftar Lengkap Polsek di Lumajang yang Tidak Bisa Lakukan Penyidikan|
|Pemkab Lumajang Jajaki 3 Kawasan Pegunungan Jadi Lintasan Downhill dan Cross Country Porprov 2022|