“Presiden satu daerah, satu pulau, wakil presiden satu pulau, terus sekarang yang berasal dari luar pulau itu apa? Babu gitu? Sampai kapan mau jadi babu?” ujar Natalius Pigai dalam video yang diunggah oleh kanal YouTube Macan Idealis.
Usai argumennya tersebut menuai pro dan kontra lantaran dinilai menghina suku Jawa, Natalius Pigai lantas mengklarifikasi bahwa dirinya tidak merasa menghina suku Jawa.
Menurutnya, ia hanya menyampaikan kritik terhadap kegagalan sistem politik Indonesia.
Baca Juga: Demi Kosongkan Tempat Tidur di Rumah Sakit, Seorang Dokter Diduga Tega Bunuh Dua Lansia Penderita Covid-19
Pigai mengklaim bahwa dengan mempertanyakan status rakyat Indonesia yang berasal dari luar pulau Jawa dan mengaitkannya dengan istilah babu, bukan berarti ia menghina pihak tertentu.
“Saya kritik kegagalan sistem politik dan dampaknya, dan perubahan UU Pemilu yang Pancasila dan Bhinneka," tulisnya di Twitter.
"Yang like video 590 orang. Kok saya dibilang hina Jawa? Itu kritik bukan hina," ujarnya menambahkan.
Baca Juga: Tiara Andini Janjikan Kejutan di TikTok Awards Indonesia 2020
"Misal by design (dengan sengaja) hanya satu suku pimpin selama 74 tahun. Saya dengan tanya, apa orang luar Jawa itu babu? Mana hinanya?” cuit aktivis HAM tersebut.
Sy kritik kegagalan sistem politik & dampaknya & perubahan UU Pemilu yg Pancasila & Bhineka. Yg like video 590 org & dislike cuma 28 org. Ko Sy dibilang hina Jawa?. Itu kritik bkn hina. Mis: by design hy 1 suku pimpin 74 thn. Sy dgn tanya apa org luar Jw itu babu? mana hinanya? pic.twitter.com/FJ7wyxZWZn— NataliusPigai (@NataliusPigai2) January 28, 2021
*** (Annisa Fauziah/Pikiran Rakyat Depok)
Artikel Rekomendasi