KABARPAPUA.CO, Merauke – Komandan Korem 174/Animti Waninggap Merauke, Brigjen TNI Asep Setia Gunawan minta pihak Angkatan Udara Merauke untuk segera menutup judi rolet berkedok pasar malam dalam pameran Dirgantara yang digelar di Lapangan Lanud Merauke.
“Kalau pamerannya atau pasar malam itu nggak apa-apa, tapi kalau ada rolet itu yang nggak boleh. Nanti saya sampaikan ke Danlanud, kalau ada unsur judi di pameran Dirgantara itu sebaiknya ditutup,” kata Asep, jenderal bintang satu ini dengan tegas.
Tak hanya pimpinan tertinggi militer di Merauke yang meyoroti adanya judi rolet di Pameran Dirgantara yang digelar Angkatan Udara itu, sorotan pun datang dari rohaniawan katolik, Pastor Anselmus Amo dan pimpinan DPRD Merauke Benny Latumahina.
“Ini kan jelas-jelas judi dan itu tak dibenarkan,” kata Wakil Ketua DPRD Merauke Benny Latumahina. Menurut Benny, DPRD tak berwenang menutup kegiatan judi itu, karena dalam ranah pameran Dirgantara Angkatan Udara. Tapi kalau ada laporan yang merasa dirugikan oleh kegiatan itu, DPRD punya kewajiban untuk menindaklanjuti.
“Memang sampai saat ini belum ada laporan ke DPRD soal kegiatan itu, namun menurut kami alangkah baiknya kegitan yang berkaitan dengan unsur judi sebaiknya ditutup,” tegas Benny.
Sedangkan menurut rohaniawan katolik, Pastor Anselmus Amo meminta Komandan Pangkalan Utama Angkatan Udara Merauke untuk segera menutup judi rolet.
“Sebagai tokoh agama, saya minta kepada pihak pengelola, dalam hal ini Lanud Merauke, menghentikan permainan rolet itu karena tak memberikan manfaat bagi masyarakat, tapi justru akan menimbulkan permasalahan baru,” ungkap Pastor Anselmus.
Dengan dibukanya permainan rolet, kata Pastor Anselmus, dipastikan semua golongan akan datang ke tempat itu sekaligus membeli kupon dan ikut bermain. Tak menutup kemungkinan, pelajar maupun mahasiswa ikut terlibat.
“Semua orang harus memahami, bahwa tak ada dampak positif yang didapatkan dari permainan rolet. Justru akan mengundang masalah, terutama di keluarga. Karena uang yang mestinya dimanfaatkan membeli kebutuhan di rumah maupun kebutuhan anak, dialihkan ke permainan itu,” jelas Pastor Anselmus.
Sebelumnya pihak Lanud Merauke membantah jika ada unsur judi di dalam kegiatan Pameran Dirgantara itu. Kepala Dinas Operasi Lanud Merauke, Mayor (POM) Mansur mengatakan, hiburan rakyat yang digelar, tak ada permainan rolet yang mengarah kepada judi.
“Ini hanya semata-mata hiburan rakyat karena selama ini masyarakat kurang hiburan. Kami lebih mengutamakan pameran tentang peralatan kedirgantaraan yang ada, agar dapat diketahui masyarakat luas,” kata Mansur.
Mengenai pengunjung yang membeli kupon kemudian bermain, kata Mansur, hal itu tak beda jauh ketika orang masuk di Taman Mini Indonesia Indah, membeli kupon untuk berbelanja, atau undian dari BRI yang diselenggarakan. “Wajib orang membeli kupon,” katanya. ***(Abdel Syah)