SuaraJawaTengah.id - Front Pembela Islam (FPI) berganti nama menjadi Front Persatuan Islam setelah resmi dibubarkan pemerintah. Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Tegal, tetap menolak keberadaan organisasi masyarakat pengganti FPI tersebut.
Pembina GP Ansor Kabupaten Tegal, Nurohman mengatakan, pihaknya tetap menolak keberadaan Front Persatuan Islam karena kepengurusannya tetap diisi oleh orang-orang yang sama dengan pengurus FPI.
"Mau ganti apapun bentuknya, mau kepanjangannya diganti apapun, kami tetap menolak. Seperti PKI, sudah dilarang terus ganti nama ya tetap PKI," ujarnya kepada Suara.com, Senin (4/1/2021).
Nurohman yang juga Ketua Gerakan Pemuda Bangsa (Garda Bangsa, organisasi sayap PKB) dan Pembina Laskar Ronggolawe mendukung langkah pemerintah membubarkan FPI dan menetapkannya sebagai organisasi terlarang. Sebab keberadaan FPI selama ini sudah meresahkan masyarakat.
Baca Juga: FPI Dibubarkan, Arteria Dahlan Minta Negara Menjamin Kemerdekaan Berserikat
"Walaupun sudah ganti nama, kami dari Ronggolawe siap perang. Kalau muncul di Kabupaten Tegal, tetap akan kami lawan, kami sikat," ujar dia.
Menurut Nurohman, FPI memiliki kepengurusan dan cukup banyak simpatisan di Kabupaten Tegal. Mereka sebagian besar berada di Kecamatan Talang dan Bumijawa.
Untuk itu dia meminta kepolisian melakukan tindakan tegas jika masih ada aktivitas dari ormas pimpinan Habib Rizieq Shihab itu.
"Kepolisian harus membubarkan karena sudah dinyatakan pemerintah sebagai organisasi terlarang," tandasnya.
Seperti diketahui, pemerintah sudah resmi membubarkan FPI dan melarang setiap kegiatan yang dilakukan atas nama FPI. Keputusan itu dikeluarkan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 6 menteri dan kepala lembaga, Rabu (30/12/2020).
Baca Juga: Kasus Kematian 6 Pengawal Rizieq, Versi Polisi-FPI Bakal Diadu Kebenarannya
SKB itu ditandatangani Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz, Jaksa Agung ST Burhanudin, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar.
Baca Juga
Komentar
Berita Terkait
- Kritik Penembakan Penyerang Mabes Polri, Eks FPI: Nyawa Murah di Indonesia
- BIN Bantah Isu Kepolisian Sengaja Kaitkan FPI dengan Aksi Terorisme
- Munarman Kecam Zakiah Aini Ditembak Mati: Terlalu Murah Harga Nyawa Manusia
- Refly Harun Soroti Dugaan Pemerintah Terobsesi Teroriskan FPI
- Denny Siregar Bongkar Sosok Habib Rizieq Cengeng dan Penakut
Terpopuler
- Telak! Jawaban Bams Eks Samsons Soal Istri Selingkuh dengan Ayah Sambungnya
- Krisdayanti Ulang Tahun, Aurel Hermansyah Kok Belum Ngucapin?
- Ngenes! Rumahnya Digusur, Warga Kota Semarang Ini Mengungsi di Kuburan
- Maia Estianty Beri Wejangan ke Aurel dan Atta: Jangan Kayak tante, Cerai
- Detik-detik Penggerebekan Polisi Mesum di Semarang: Sprei Berserakan!
- Diduga Oknum Polwan Polres Pati Indehoi di Hotel, Digrebek Suaminya
- Shandy Aulia Tampil Seksi, Warganet Sewot: Mendingan Gak Usah Pake Baju
- Moeldoko Ungkap Alasan Jadi Ketum Demokrat, Yoyok Sukawi: Aneh dan Lucu
- Cinta Terlarang Paman dan Keponakan, Anak Udah 2 tapi Pernikahan Dibatalkan