Tambah Pasokan Air Baku di Samosir Toba, PUPR Rampungkan 5 Embung
Presiden Jokowi meninjau kesiapan infrastruktur dan destinasi wisata di sekitar Kawasan Danau Toba | Dok. Kemenpar
AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan lima buah embung di Pulau Samosir. Hal ini bertujuan untuk menambah pasokan air baku sekaligus mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, Sumatera Utara.
Direktur Sungai dan Pantai Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengatakan, pembangunan tersebut seiring dengan pertumbuhan pembangunan yang terjadi di kawasan Danau Toba. Apalagi dalam rangka mendukung percepatan pembentukan KSPN, tentunya kebutuhan akan air semakin tinggi.
"Pembangunan embung untuk menampung air hujan yang turun sehingga tidak langsung mengalir ke saluran air seperti selokan. Air yang ditampung dapat digunakan untuk kebutuhan pada musim kemarau atau irigasi," ujarnya melalui keterangan resmi yang diterima, Jakarta, Kamis (1/8/2019).
baca juga:
- Wujudkan Energi Bersih Melalui Kompor Induksi, PLN Gandeng 9 BUMN Karya
- Menristek Targetkan Semua Desa Terhubung Internet pada 2024
- Soal Lahan 70 Hektare, Ketua Komis B DPRD DKI: Mereka Sebut Buat Rumah DP 0 Rupiah
Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Roy Pardede mengatakan, kelima embung itu adalah Embung Aek Natonang, Pea Parsinagaan, Pea Rihit, Pea Roba, dan Hairi Gorat. "Kelima embung semuanya sudah selesai, ada yang tahun 2016, 2017, dan yang terakhir 2018 yaitu Embung Pea Parsinagaan," ujarnya.
Embung Pea Rihit yang selesai dibangun pada 2017 memiliki kapasitas tampung 35.000 meter kubik, dapat dimanfaatkan untuk mengairi daerah irigasi seluas 200 hektar. Embung Pea Roba memiliki kapasitas tampung 30.000 meter kubik. Embung yang selesai dibangun pada 2017 ini dapat dimanfaatkan untuk mengairi 150 hektar sawah irigasi.
Selanjutnya, Embung Aek Natonang yang selesai dibangun pada 2016. Embung berkapasitas 100.000 meter kubik ini dapat digunakan untuk mengairi 300 hektar sawah irigasi. Selanjutnya Embung Hairi Gorat yang berkapasitas 30.000 meter kubik. Embung yang selesai dibangun pada 2016 ini dapat mengairi sawah irigasi seluas 150 hektar.
Kemudian, Embung Pea Parsinagaan yang dengan kapasitas tampung 45.000 meter kubik dan debit volume tampungan air sebanyak 486,10 m3, dapat dimanfaatkan untuk mengairi 250 hektar lahan irigasi. Pekerjaan pembangunan embung dilengkapi dengan saluran pengelak (intake) dan pembuatan bangunan pelimpah saluran.
Pembangunannya dilakukan sejak April 2018 dan telah selesai pada November 2018 bersumber dari APBN 2018 sebesar Rp7,97 miliar oleh kontraktor PT Siman Eranesia Ardesplan.
Roy menambahkan, saat ini tengah melakukan kegiatan studi investigasi dan desain sebagai upaya untuk menambah embung baru di Samosir. Hal itu untuk terus mencukupi kebutuhan air baku perkampungan di daerah pedalaman Pulau Samosir yang juga sangat membutuhkan air.
“Semuanya ada di masterplan kita, rencana pengelolaan SDA Toba Samosir. Ini semua sedang disusun. Dari sana nanti kita tahu seberapa besar kebutuhannya, di mana lokasinya, dan nanti kita susun detail desainnya," kata Roy.
Pada 2018, jumlah embung yang dibangun Kementerian PUPR melalui Ditjen Sumber Daya Air sebanyak 103 embung. Dengan tambahan jumlah embung tersebut, maka selama empat tahun (2015 – 2018), jumlah embung yang dibangun 949 buah.
Sementara itu, selama 2019 akan dibangun 104 embung, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia sehingga total terbangun hingga 2019 sejumlah 1.053 embung. []