Pemerintah Harus Pikirkan Kerugian yang Diderita Rakyat Karena Pemadaman Listrik
Warga beraktifitas saat pemadaman listrik di pemukiman kawasan Karet Tengsin, Jakarta, Minggu (4/8/2019). Aliran listrik di sebagian besar wilayah Banten-Jabar dan Jakarta padam sejak pukul 11:40 WIB. Pemadaman listrik terjadi karena ada gangguan di Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di Transmisi Ungaran-Pemalang. | AKURAT.CO/Endra Prakoso
AKURAT.CO Pengamat Ekonomi Roda Institut, Ahmad Rijal Ilyas menyesalkan adanya ketidaknyamanan dari masyarakat akibat padamnya listrik di sejumlah daerah Jabodetabek dari siang tadi. Pemerintah tak boleh acuh akibat kerugian yang dialami oleh masyarakat.
“Kerugian masyarakat dari yang mempunyai usaha paling mikro hingga yang makro pasti terganggu dan mengalami kerugian bisnis akibat pemadaman listrik. Pemerintah tak boleh acuh atas kerugin tersebut,” ucapnya kepada Akurat.co, di Jakarta, Minggu (4/8/2019).
Alumni Fakultas Ekonomi UIN Jakarta ini bahkan memberikan contoh pengalaman dari Korsel, Menteri Ekonomi Korsel, Choi Joong-Kyung yang pernah mundur akibat listrik padam di negaranya tersebut.
baca juga:
- Hyundai Tekankan Pentingnya Mobil Listrik Murni di The Economist Indonesia Summit
- Dihadapan DPR, Menkop UKM: Masih Ada Pegawai BUMN Hingga TNI/Polri Daftar BPUM
- Genjot Ekonomi RI, Pemerintah Salurkan BPUM Rp6,2 Triliun Hingga Akhir Maret 2021
“Choi mundur akibat terjadinya pemadaman listrik massal yang menyebabkan 2,1 juta rumah tangga berada dalam kegelapan hingga 1 jam. Nah hari ini berapa jam dan berapa juta masyarakat Indonesia Mengalami pemadaman listrik? ,” tegas Rijal.
Mantan bendahara PBHI Jakarta ini meminta Presiden Jokowi untuk segera mengevaluasi kinerja bawahannya terkait insiden pemadaman listrik yang terjadi hari ini.
“Ini bentuk kegagalan manajemen yang terjadi di PLN dan Kementerian terkait. Pak Jokowi harus segera tegas untuk mengevaluasi insiden matinya listrik tersebut,” katanya.
Selain itu, kata Rijal, pihaknya berharap kedepan tidak terjadi lagi kejadian mati listrik yang bisa mengganggu kenyamanan dan hak-hak masyarakat di Indonesia.
“Persoalan listrik harus segera diatasi, manajemen harus diperbaiki agar kedepan tidak terjadi lagi kejadian yang sama. Masyarakat pasti mengalami kerugian yang sangat besar,” tandasnya. []