SURYA.co.id | SURABAYA - Ibu hamil termasuk kelompok berisiko terpapar Covid-19. Karena itu, hamil di masa pandemi memiliki tantangan tersendiri.
Bahkan, fasilitas kesehatan mulai puskesmas hingga RS yang bukan rujukan covid-19 tidak menerima pasien ibu hamil yang reaktif atau positif covid.
Kepala Puskesmas Mulyorejo, dr Riana Restuti mengungkapkan pelayanan untuk ibu hamil tetap dioptimalkan. Namun, ibu hamil tetap diminta menjalani rapid test demi keamanan diri sendiri, janin dan petugas medis.
"Rapid ini wajib untuk ibu hamil karena ada fasilitas dari Pemkot juga. Terbaru, juga ada tes swab untuk ibu hamil diatas 37 minggu. Kami antarkan ibu hamil di bawah Puskesmas Mulyorejo ke lokasi tes," ujar dr Riana.
Upaya memberikan fasilitas pada ibu hamil ini untuk memastikan kondisi ibu hamil saat persalinan. Pasalnya, jika ibu hamil terkonfirmasi positif atau reaktif rapid test akan dirujuk ke RS rujukan covid.
"Karena puskesmas tidak punya ruang isolasi. Ada penanganan khusus untuk ibu dan anak jika positif covid-19," katanya.
Lanjut Riana, seluruh petugas yang berinteraksi dengan pasien harus memakai APD lengkap.
"Karena pasien covid juga bisa non reaktif rapid test. Makanya, semua petugas yang membantu proses persalinan harus memakai APD lengkap," papar Riana.
Antisipasi paparan covid-19 dari dan pada ibu hamil juga diupayakan dengan mengimbau agar ibu hamil mengurangi aktivitas di luar rumah.
"Kalau staf kami ada yang positif misal terpapar ibu hamil, tidak akan menutup pelayanan. Hanya yang positif yang menjalani isolasi mandiri," pungkasnya.
Hingga saat ini, pelayanan kontrol kesehatan dan persalinan ibu hamil tetap dilakukan pihak puskesmas dengan protokol kesehatan.(ovi/fai)