PENYEBARAN virus Korona (Covid-19) di sejumlah daerah, menjadikan pemerintah memutuskan untuk mengubah pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran online/daring atau jarak jauh di rumah. Kebijakan untuk melakukan pembelajaran daring tersebut diambil dengan harapan bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Karena dengan model pembelajaran daring, selain efektif untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 juga bisa menjadi momentum bagi para guru untuk mengembangkan metode pembelajaran daring/jarak jauh. Siswa tetap bisa berkarya dengan kreativitasnya dan belajar meski tidak bertatap muka dengan para gurunya.
“Pembelajaran online (daring) bagi saya merupakan pembelajaran yang menuntut kerja sama antara guru, orangtua dan siswa. Untuk siswa kelas 1, tentunya masih memerlukan bantuan orangtua dalam membaca, mengerjakan tugas serta mengirimkan hasil belajar kepada guru. Supaya pelaksanaan pembelajaran online bisa lancar, guru dituntut tertib dalam memberikan tugas yang sesuai materi, begitu pula orangtua harus tertib dalam mendampingi,” kata Guru Kelas I SD Muhammadiyah Karangwaru Yogyakarta, Ratri Martuti kepada KR di Yogyakarta, Selasa (31/3).
Ratri mengungkapkan, dengan adanya pembelajaran daring (model google classroom), meskipun tidak terjadi tatap muka secara langsung dengan siswa, guru tetap masih bisa membimbing siswa menuju target belajar yang ingin dicapai. Tentunya kreativitas dan inovasi guru memiliki peran cukup penting, agar siswa merasa nyaman dalam mengikuti setiap proses pembelajaran. Selain itu dengan menggunakan handphone atau laptop siswa bisa belajar dengan metode baru, jadi tidak sekadar tatap muka. Mereka juga dilatih menggunakan teknologi.
Tidak ketinggalan berita seputar Jogja setiap pekan.